
RANTAU, fokusbanua.com – Program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 1.000 unit yang digagas Bupati Tapin H. Yamani dan Wakil Bupati H. Juanda mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat.
Bahkan, Kabupaten Tapin berhasil menempati peringkat ke-6 secara nasional dalam pelaksanaan program bedah rumah tersebut.
Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Tapin, H. Juanda, usai menerima laporan dari Kementerian Dalam Negeri pada Senin (7/7/2025).
“Program 100 hari kami, yaitu merehab 1.000 rumah tidak layak huni, mendapatkan apresiasi luar biasa dari Kemendagri. Kabupaten Tapin masuk dalam 10 besar nasional dan menduduki peringkat keenam,” ujar H. Juanda.
Ia menyebutkan, capaian tersebut sangat membanggakan karena program tersebut sejalan dengan program prioritas Presiden RI terkait bedah 3 juta rumah di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, langkah kita di daerah senada dengan arahan nasional. Ini juga membuka peluang besar bagi Tapin untuk menerima penghargaan langsung dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Wakil Bupati Juanda menyatakan, program rehab RTLH tidak akan berhenti sampai di sini.
Pemerintah Kabupaten Tapin berkomitmen menyiapkan anggaran setiap tahunnya agar seluruh rumah tidak layak huni di Tapin dapat diperbaiki secara bertahap.
“Insya Allah, rehab rumah warga yang belum tersentuh akan kita lanjutkan, agar semua warga Tapin bisa tinggal di rumah yang layak dan sehat,” tegasnya.





