Berita Terkini dan Terpercaya
KontakIndeks Berita

Menang Aklamasi, Supianor Kembali Pimpin NPCI Tapin Periode 2026-2031

IMG20260618104204 scaled

 

RANTAU, fokusbanua.com – Supianor kembali dipercaya untuk menakhodai National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, untuk masa bakti 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) NPCI Tapin tahun 2026 yang digelar di Aula Hotel Tapin, Rantau, Kamis (18/6/2026).

Ketua Panitia Pelaksana, Bahrun, mengungkapkan bahwa proses pemilihan berjalan secara aklamasi lantaran hingga batas akhir penjaringan, hanya ada satu kandidat tunggal yang mendaftarkan diri.

“Untuk calon ketua NPCI Kabupaten Tapin hanya ada satu orang yang mendaftar, yakni ketua periode sebelumnya. Mengingat hanya ada calon tunggal, maka secara ketentuan Supianor kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin lima tahun ke depan,” ujar Bahrun.

Menanggapi hasil Musorkab tersebut, Ketua NPCI Provinsi Kalimantan Selatan, Sumansyah, memberikan ucapan selamat sekaligus menaruh harapan besar kepada kepengurusan yang baru. Ia meminta NPCI Tapin di bawah komando Supianor untuk memperkuat sinergi dengan pengurus provinsi demi kemajuan olahraga disabilitas.

“Kami berharap pengurus baru bisa bergerak cepat. Rekrut sebanyak mungkin atlet-atlet potensial di daerah untuk pengembangan prestasi NPCI Kabupaten Tapin ke depan,” tegas Sumansyah.

Sementara itu, Ketua NPCI Tapin terpilih, Supianor, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Dirinya berkomitmen membawa organisasi berlambang sayap tersebut lebih berprestasi, baik di ajang regional (provinsi) maupun nasional.
Saat ini, NPCI Tapin tercatat tengah membina puluhan atlet dari berbagai cabang olahraga. Demi mendongkrak performa para atlet, Supianor menargetkan adanya peningkatan intensitas dan kualitas program latihan pada periode keduanya ini.

“Jumlah Atlet Binaan Saat Ini:** 48 Atlet,” ujarnya.

Meningkatkan metode pelatihan dari yang semula hanya dua metode, kini ditingkatkan menjadi tiga metode pelatihan yang lebih maksimal.

“Proses pembinaan akan kami lakukan secara maksimal. Kami ingin memastikan atlet-atlet disabilitas Kabupaten Tapin mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi,” pungkas Supianor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *