
RANTAU, fokusbanua.com – Bupati Tapin H. Yamani mengikuti rapat kerja bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring terkait Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Kemandirian Fiskal, Senin (25/08/2025), bertempat di ruang kerjanya.
Dalam rapat tersebut, Kemendagri menegaskan bahwa optimalisasi PAD merupakan landasan utama untuk mencapai kemandirian fiskal daerah.
Berdasarkan data, selama kurun waktu 2015–2025, rata-rata kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah stagnan di angka 20–25 persen.
Kemendagri juga mendorong perlunya pendekatan kebijakan fiskal yang lebih asimetris dan berbasis potensi daerah.
Efektivitas PAD sangat ditentukan oleh koordinasi lintas instansi, seperti Bappeda, Bapenda, dan Dinas Kominfo. Reformasi birokrasi fiskal serta integrasi sistem informasi keuangan daerah pun disebut menjadi prasyarat penting keberhasilan.
Secara nasional, struktur PAD saat ini masih didominasi oleh Pajak Daerah (72%), disusul Lain-lain PAD (12%), Retribusi (9%), dan Hasil Kekayaan Daerah (7%).
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Tapin H. Yamani menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kontribusi PAD melalui berbagai langkah strategis.
“Di antaranya, optimalisasi pemungutan pajak daerah, peningkatan retribusi, serta pengelolaan aset daerah yang lebih efektif. Kami juga terus mengembangkan inovasi dan digitalisasi layanan publik agar masyarakat lebih mudah dalam memenuhi kewajiban perpajakan maupun retribusi,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi dengan instansi terkait seperti Bappeda, Bapenda, dan Dinas Kominfo akan semakin ditingkatkan untuk mencapai target PAD yang telah ditetapkan.
“Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah adalah kunci utama. Dengan PAD yang kuat, kemandirian fiskal bisa terwujud dan pembangunan Tapin dapat berjalan lebih berkelanjutan,” tegas H. Yamani.
Bupati juga berharap hasil rapat ini menjadi momentum bagi seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih terarah dalam menggali potensi daerah.
“Harapan saya, Tapin mampu menjadi daerah yang tidak hanya bergantung pada transfer pusat, tetapi berdiri tegak dengan kekuatan fiskalnya sendiri,” pungkasnya.





