
RANTAU, fokusbanua.com – Pemerintah Kabupaten Tapin menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2027 sebagai langkah strategis menyusun arah pembangunan daerah ke depan, dengan penekanan pada penanganan bencana dan penguatan infrastruktur.
Kepala Bappelitbang Tapin, Meidy Haris Prayoga, menyebutkan bahwa fokus pembangunan ke depan diarahkan pada pengendalian banjir dan peningkatan konektivitas jalan.
“Pak Bupati meminta kita fokus pada pencegahan banjir dan pembangunan ruas jalan sebagai prioritas utama,” jelasnya.
Untuk penanganan banjir, Pemkab Tapin telah mengusulkan sejumlah titik rawan, khususnya di wilayah Bakarangan hingga Binuang. Upaya yang direncanakan mencakup normalisasi sungai, pengurangan sedimentasi, hingga penanganan longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapin.
Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan akan difokuskan pada beberapa koridor strategis yang diusulkan ke pemerintah pusat.
“Ada tiga koridor jalan tematik yang kami usulkan, termasuk yang mendukung Geopark Meratus dan ketahanan pangan,” tambahnya.
Saat ini, Pemkab Tapin tengah melengkapi dokumen perencanaan sebagai syarat pengajuan ke pemerintah pusat. Bahkan, dalam waktu dekat, Bupati bersama jajaran dijadwalkan melakukan audiensi untuk mempercepat realisasi program tersebut.
Bupati Tapin H. Yamani menegaskan, Musrenbang menjadi ruang penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan solusi atas berbagai persoalan di daerah.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan Musrenbang Kabupaten. Kita akan banyak menerima masukan dari seluruh undangan, mudah-mudahan ini bisa menjawab keluhan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu perhatian utama yang disoroti adalah peningkatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna menghadapi potensi bencana, khususnya ancaman kemarau panjang.
“Kita harus siap menghadapi kemungkinan terburuk. BTT perlu ditingkatkan, bahkan bisa mencapai 300 persen agar penanganan bencana lebih maksimal,” tegas Yamani.
Ia juga menekankan pentingnya keselarasan seluruh program pembangunan dengan 13 program prioritas daerah yang telah disusun bersama DPRD.
Ketua DPRD Kabupaten Tapin, Achmad Riduan Syah, menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan pembangunan yang dirumuskan dalam Musrenbang 2027, terutama dalam upaya memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana.
“DPRD pada prinsipnya sangat mendukung peningkatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) hingga 300 persen sebagaimana diusulkan Bupati. Ini adalah langkah realistis mengingat tantangan iklim ke depan, seperti kemarau panjang dan potensi banjir, sangat dinamis. Kami di legislatif akan memastikan pengalokasian dana ini dikawal dengan ketat agar benar-benar tepat sasaran dan cepat diserap saat kondisi darurat,” ujar Achmad Riduan Syah.
Ketua DPRD Kabupaten Tapin juga meminta kepada pemerintah daerah untuk Fokus pada normalisasi sungai dan konektivitas jalan bukan sekadar pembangunan fisik, tapi merupakan urat nadi ekonomi.
” Kami mendorong agar pembangunan jalan tematik menuju Geopark Meratus dan sentra pangan segera terealisasi karena akan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.” ujarnya.
“Kami akan memastikan bahwa hasil Musrenbang ini tetap berpijak pada 13 program prioritas daerah yang telah kita sepakati bersama. Sinergi antara eksekutif dan legislatif adalah kunci agar perencanaan ini tidak hanya bagus di atas kertas, tapi tuntas dalam pelaksanaan.” sambungnya.
Beliau juga berharap audiensi Bupati ke pemerintah pusat dan provinsi nantinya membuahkan hasil signifikan bagi pendanaan proyek strategis di Kabupaten Tapin.





