
Rantau, fokusbanua.com – Bupati Tapin H Yamani dan Wakil Bupati Tapin H Juanda bersama dengan jajaran ikuti rapat koordinasi bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi regional Kalimantan secara daring. Rabu 23/08/2025.
Rakor yang diinisiasi KPK ini diikuti oleh seluruh pemerintah daerah dan DPRD se-Kalimantan Selatan. Fokus utama rapat adalah mitigasi risiko korupsi dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah.
Dalam paparannya, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK Ely Kusumastuti menyampaikan bahwa rapat ini bukan sekadar formalitas, namun menjadi momentum untuk menampilkan potret nyata perencanaan dan penganggaran di Kalimantan Selatan.
“Kami ingin menunjukkan wajah sebenarnya dari proses perencanaan dan penganggaran di provinsi ini. Ini bukan hanya soal format, tapi soal potensi risiko korupsi yang harus kita cegah bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan KPK saat ini tidak lagi hanya menunggu laporan dari pemerintah daerah. Sebaliknya, KPK kini proaktif melakukan mitigasi risiko sejak awal, mulai dari proses perencanaan hingga pengadaan barang dan jasa.
“Fokus kita hari ini di sektor perencanaan dan penganggaran karena hampir 90 persen potensi kerugian keuangan negara berasal dari tahap ini. Jika perencanaan sudah tepat, maka potensi korupsi bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya.
Selain itu, KPK juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sementara itu, Bupati Tapin H Yamani menjelaskan bahwa rakor ini menjadi bagian penting untuk mengevaluasi kembali proses perencanaan dan penganggaran yang telah berjalan.
“Rakor dengan KPK, fokusnya pada efektivitas pencegahan korupsi di pemerintah daerah,”terangnya.
Yamani menegaskan pentingnya pemerintah daerah melakukan perbaikan ke depan, terutama dalam menetapkan indikator dan target program yang benar-benar terukur.
“Efisiensi dan efektivitas perencanaan akan terlihat dari indikator dan target yang disusun. Jika indikator bisa mengukur keberhasilan kegiatan secara tepat, maka program akan lebih berpeluang berhasil sesuai harapan,” ujarnya.





