
RANTAU, fokusbanua.com – Bupati Tapin H. Yamani bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tapin melakukan audiensi ke Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Kunjungan tersebut difokuskan pada upaya mewujudkan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai pusat pembelajaran inklusif dan berkualitas di Kabupaten Tapin.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Yamani menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari visi daerah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.
“Pemerintah Kabupaten Tapin telah mengajukan proposal pembentukan Sekolah Rakyat, sebagai langkah nyata menghadirkan akses pendidikan modern dan inklusif bagi generasi muda Tapin,” ujar Yamani.
Ia mengungkapkan, Pemkab Tapin telah menyiapkan lahan seluas 12,62 hektare dari total 72 hektare yang terletak di Jalan Margasari Baru, Desa Barigin, Kecamatan Candi Laras Selatan.
Lahan tersebut merupakan aset daerah yang telah tercatat sejak tahun 2008 dengan status kepemilikan yang jelas berdasarkan KIP A dari Dinas PUPR Kabupaten Tapin.
“Keberadaan lahan ini menjadi modal dasar untuk mewujudkan kawasan pendidikan terpadu yang akan berdampak besar terhadap kemajuan daerah,” tambahnya.
Namun demikian, pihaknya menghadapi sejumlah kendala teknis terkait regulasi tata ruang yang dinilai berpotensi menghambat rencana pembangunan sekolah secara optimal.
“Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep menyeluruh: ada ruang belajar, asrama, laboratorium, ruang kreativitas hingga fasilitas publik. Maka itu, diperlukan penyesuaian tata ruang agar kebutuhan ruang yang representatif bisa terpenuhi,” jelas Yamani.
Melalui audiensi ini, ia berharap mendapat dukungan dan kebijakan khusus dari Kementerian ATR/BPN untuk memperlancar realisasi pembangunan Sekolah Rakyat.
“Kami yakin, dengan sinergi bersama pemerintah pusat, mimpi masyarakat Tapin memiliki pusat pendidikan komunitas yang modern dan terjangkau dapat segera diwujudkan. Karena Sekolah Rakyat bukan hanya bangunan, tapi investasi masa depan anak-anak Tapin,” pungkasnya.





