
Rantau, fokusbanua.com – PT Bhumi Rantau Energi terima piagam apresiasi pendukung program Program Komunitas untuk Aksi Iklim (ProKlim) 2025. Dalam acara penganugerahan di Jakarta, Senin (4/3/2025),
Piagam apresiasi diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq.
Diraihnya piagam apresiasi oleh PT Bhumi Rantau Energi karena pihak perusahaan sukses membina 12 desa Proklim di Kabupaten Tapin yakni desa bitahan baru, desa budimulya, ayunan papan, kelurahan bitahan, desa binderang, lokpaikat, puncak harapan, bataratat, baramban, sabah, ketapang, parandakan, dimana semua desa mendapatkan penghargaan dari LH. Salah satunya mendapatkan Penghargaan tertinggi proklim adalah kategori lestari di desa bitahan baru.
Direktur PT Bhumi Rantau Energi, Asep Edwin Firdaus mengatakan Terima kasih. Bagi kami, penghargaan ProKlim ini adalah bentuk apresiasi sekaligus amanah. Ini menegaskan bahwa komitmen PT BRE dalam mendukung aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat masyarakat sudah berada di jalur yang benar.
“Kami merasa terhormat diberi kepercayaan oleh Kementerian LHK,” ucapnya.
Dijelaskannya bahwa pihak perusahaan saat ini Kami fokus pada penguatan kapasitas masyarakat, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta pemberdayaan ekonomi yang ramah iklim.
” Melalui program pendampingan desa ProKlim, kami membantu masyarakat mengurangi emisi, meningkatkan ketahanan lingkungan, dan menciptakan praktik-praktik yang berkelanjutan. Semua program kami jalankan secara konsisten dan berbasis kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Diakuinya bahwa pihak Perusahaan tidak sekedar melakukan pertambangan di Kabupaten Tapin, namun PT BRE berkomitmen bahwa keberlanjutan bukan hanya program CSR, tetapi bagian dari strategi perusahaan.
” Kami ingin memastikan kegiatan usaha kami memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Dengan berkolaborasi bersama pemerintah, komunitas, dan para pemangku kepentingan, kami berharap kontribusi PT BRE bisa ikut memperkuat target nasional dalam pengendalian perubahan iklim,” tegasnya.
Ditambahkannya bahwa kedepannya pihak perusahaan akan memperluas wilayah dampingan ProKlim, meningkatkan kualitas program, serta memperkuat pengukuran dampak lingkungan dan sosial. Fokus utama kami adalah keberlanjutan jangka panjang.





